Bersabda Nabi SAW. “permulaan sesuatu yang hilang dari umat ini adalah khusu’ sehingga hamper saja engkau tidak melihat seorang pun yang khusu’ dalam umat ini”.
Khusu’ adalah ketenangan hati dan seluruh anggot badan. Khusu’ menjadi nyawa salat dan bagian terpenting didalamnya, sebab tanpa khusu’ pahala tdak diperoleh dan dengannya pahala akan diperoleh. Ketahuilah bahwa orang mukmin itu seharusnya mengagungkan Allah Azza wajalla, takut akan siksaannya, berharap rahmatnya dan merasa malu atas kelalaian dirinya, sebaiknya orang mukmin tidak terlepas dari hal-hal tersebut setelah beriman kepada Allah Swt.
Dalam khusu’ terdapat keutamaan yang besar dan tanpanya berarti musibah yang besar . barang siapa diberi kekhusu’an maka berarti ia benar-benar diberi keutamaan yang berlimpah dan pahala yang besar, barang siapa terhalang kekhusu’annya, maka berarti ia benar-benar terhalang kebaikan yang banyak dan pahala yang besar.
Diantara obat khusu’ antara lain:
1.       Memejamkan penglihatan dari hal-hal yang berlebihan dan yang diharamkan
2.       Salat dekat dinding, sebab demikian ini lebih menyatukan hati dan supaya tidak terganggu oleh orang-orang yang lewat didepannya
3.       Menjauhkan diri dari tempat-tempat yang terukir dan rumahrumah yang berhias karena hati itu selalu mengikuti penglihatan, akibatnya menimbulkan pikiran yang bercabang-cabang
4.       Hanya memandang pada tempat sujud demikian ini dapat menarik dan membantu kekhusu’an
Sedikit bicara kecuali dalam hala-hal yang berarti karena banyak bicara itu menimbulkan kerasnya hati sedangkan hati keras itu menjauhkan dari dari berhadapan dengan Allah Swt. Dengan seksama