Tatakrama ziaroh ke Makam Rosul
Tatkala peziaroh menghadap ketempat pembaringan Nabi yang agung setelah salat tahiyatal masjid di Roudoh atau lainnya seyogyanya memperhatikan tatakrama ziaroh antara lain:
1.       Hindarkanlah berdesakan sesame manusia, kata Nabi Saw. “jangan berbuat bahaya dan jangan tertimpa bahaya”.
2.       Bila mungkin hendaknya jarak antara peziaroh dengan tanah yang menyimpan jasad Nabi yang mulya 4 dziro’ (2 m), jauh dekat sama saja.
3.       Tidak berpaling kekanan atau kekiri, yang baik peziaroh melihat kearah bawah kedua tumitnya memejamkan penglihatannya, mengosongkan hatinya dari ketergantungan dan kesibukan materi kebendaan yang menggeparkan dunia islam dan hendaknya menghadirkan keagungan tempat dan kedudukan Rosul dalam hati dihadapan Rosullah.
4.       Tidak mengerskan suara. Allah berfirman “Wahai orang-orang yang beriman jangan kalian keraskan suara kalian melebihi suara Nabi dan janganlah kalian kepadanya dengan suara keras sebagaimana terhadap sesame kalian akibatnya amal kalian terhapus sedangkan kalian tidak merasa”. Sahabat Abu Bakar ra. Berkata “tidak layak mengeraskan suara dihadapan Nabi baik ketika beliau masih hidup ataupun sudah wafat.