Disebutkan dalam kitab Bahjatul Anwar: bahwa hajar aswad itu pada mulanya adalah malaikat yang sholeh, tatkala Allah menciptakan Adam as. Dan membolehkan Adam as. Menikmati surga serta isinya kecuali pohon khuldiyang dilarang oleh Allah untuk didekati kemudian Allah menugaskan malaikat tersebut sebagai malaikat penerima mandat menjaga Adam as. Agar supaya tidak memakan buah pohon itu, namun tatkala Allah mentakdirkan bahwa Adam memakan buah pohon tersebut, maka malaikat tersebut menghilang darinya kemudian Allah SWT melihat malaikat tersebut dengan kewibaannya, maka malaikat itu menjelma menjati batu permata.

Tidakkah kita tahu bahwa terdapat dalam beberapa hadis, Hajar Aswad kelak pada hari qiyamat datang menyaksikan dia punya tangan, lisan, telinga, dan mata. Karena pada mulanya Hajar Aswad itu adalah Malaikat.

Tatkala Allah SWT memerintahkan Adam as. Agar supaya keluar dari surga, maka Adam as mengambil batu permata surga yang kemudian menjadi Hajar Aswad guna untuk mengusap cucuran air matanya. Ketika Adam as. Diturunkan ke bumi tidak henti-hentinya ia menangis memohon ampun kepada Allah SWT dan mengusap cucuran air matanya dengan batu permata tersebut hingga berubah menjadi hitam lantaran dari air mata Adam as.

Tatkala Adam as. Membangun Baitullah, malaikat Jibril memerintahnya agar meletakkan batu permata tersebut pada sudut Baitullah. Lalu adam melaksanakannya.
Hajar aswad itu diturunkan dari surga warnanya putih lebih putih dari putihnya air susu, kemudian berubah menjadi hitam lantaran kesalahan-kesalahan anak cucu Adam as.
Hajar Aswad tempatnya disudut ka’bah sisi timur (tenggara), tingginya 1,5 M. Dari tempat thowaf. Sekarang kita tidak mungkin bisa mensifatinya, karena yang kita usap dan kita cium itu berupa 8 (delapan) potongan kecil-kecil yang berbeda-beda bentuknya, yang paling besar seperti biji kurma. Hajar Aswad pernah jatuh berkali-kali ketika terjadi permusuhan merebutkan Hajar Aswad yang dilakukan oleh sebagian orang-orang bodoh dimasa silam.